PENUTUPAN KEMAH WISATA SIMEULUE OLEH BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIMEULUE

Kategori : Seni Budaya & Pariwisata Rabu, 17 Juli 2019

simeuluekab.go.id

Simeulue. Bupati Simeulue H. Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom bersama Wakil Bupati Simeulue Hj. Afridawati dan unsur Forkopimda menghadiri acara penutupan Kemah Wisata tahun 2019 di Pantai Alaek Sektare Desa Lantik Kecamatan Teupah Barat hari ini, selasa (16/7).

Kegiatan Kemah Wisata yang berlangsung selama tiga hari terhitung sejak tanggal 14 Juli lalu berlangsung lancar, meski sempat diguyur hujan saat malam pembukaan.

Abdul Karim S.Pd selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simeulue dalam laporannya menyatakan, Pembukaan Kemah Wisata ini sesungguhnya lancar - lancar saja meskipun sempat diguyur hujan dan angin kencang, sementara peserta Kemah Wisata bagi perempuan di ungsikan kerumah Kepala Dusun setempat, sedangkan peserta laki - lakinya ditempatkan di tribun utama, hal ini dilakukan menghindari hal - hal yang tidak enak didengar, itupun masih terdapat suara sumbang bahwa Kemah laki - laki dan perempuan dicampur, namun setelah dikonfirmasi kepada peserta, ternyata tidak demikian, kecuali ada peserta kemah yang berkeluarga. Itulah fenomena, dan itulah terpaan biasa untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Simeulue ini, ujar Kadis Budpar tersebut.

Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan ini beberapa pihak mengatakan bahwa jumlah uang yang besar, sementara persediaan air tidak ada, sesungguhnya pada saat berkunjung mungkin airnya sudah habis, namun tinggal buka kran air akan ada kembali, lagi - lagi itu merupakan terpaan biasa dalam membangun mindset memang tidak mudah sesungguhnya membangun pariwisata itu, sebagaimana Pulau bali yang membangun Pariwisatanya butuh waktu kurang lebih 38 tahun hingga jadi seperti saat ini, tapi yang pasti kita mendukung program pemerintah apalagi pada sektor pariwisata yang merupakan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Simeulue, kata Abdul Karim.

Sementara itu Bupati Simeulue H. Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom dalam arahannya mengatakan, Hari ini kita memiliki begitu banyak potensi wisata yang mulai digemari, tentu ini merupakan sebuah rahmat yang dapat meningkatkan ekonomi kita, memang dalam pengelolaan ini terkadang muncul berbagai macam spekulasi ditengah masyarakat.

Bupati berharap disatu sisi identitas kita sebagai daerah yang menganut paham syariat islam akan terus kita bangun dengan lebih baik. Kita yang hadir, kita semua yang diberikan amanah untuk memimpin negeri ini dari Aparatur Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten, kita yang akan menjaga, kita yang akan meluruskan suasana apa yang tengah terjadi ditengah kita.

" Saya berharap para Pejabat Daerah tidak malah ikut-ikutan andil dalam persoalan yang kemudian memperkeruh suasana, mari kita lihat dan memahami media sosial yang terkadang akan memberikan sudut pandang yang sangat negatif ketika kita tidak melihat secara langsung", ucap bupati.

Bupati juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama - sama memberikan dukungan yang positif terhadap pembangunan kabupaten ini dengan memgesampingkan aspek yang dapat merugikan kita semua, baik dari sisi Pariwisata dan dari sektor lainnya, hal - hal yang tidak baik mari kita luruskan bersama, tidak memberikan hoax di media sosial dan tidak perlu di sebarluaskan, tetapi mari sama-sama kita luruskan, tutupnya.

Usai arahan dan bimbingan Bupati,acara dilanjutkan dengan penampilan seni debus yang peragakan oleh seniman tradisional asal Tepah Barat dan Teupah Tengah.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32