WABUP AFRIDAWATI BUKA SOSIALISASI QANUN KAWASAN TANPA ROKOK

Kategori : Pemerintahan Senin, 12 November 2018

simeuluekab.go.id || Simeulue

Sinabang - Wakil Bupati Simeulue Hj. Afridawati bersama unsur Forkopimda menghadiri sosialisasi Qanun No 1 tahun 2018 tentang kawasan tanpa asap rokok di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Senin (12/11).

Sosialisasi yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan tersebut berlangsung selama satu hari dan diikuti sejumlah dua ratus orang peserta.

Edi Rahman, S.IP selaku sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Simeulue dalam laporannya menyatakan, hak untuk menghirup udara segar tanpa paparan asap rokok telah menjadi perhatian dunia, WHO memprediksi penyakit yang berkaitan dengan asap rokok akan menjadi masalah kesehatan di Dunia, dari tiap sepuluh orang meninggal salah satu diantaranya disebabkan oleh asap rokok, "paparnya.

Edi Rahman menambahkan, pengendalian para perokok yang menghasilkan asap rokok yang sangat membahayakan para perokok aktif maupun pasif, oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi kawasan tanpa rokok, tambahnya.

Masih menurut Sekdis kesehatan, tujuan dilakukannya sosialisasi ini adalah :

  • Mensosialisasikan kepada kita semua tentang Qanun No 1 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok.
  • Menggalang komitmen bersama dalam penerapan dan pelaksanaan Qanun tersebut.
  • Menurunkan angka kesakitan dan kematian masyarakat dengan cara mengubah perilaku masyarakat dengan hidup sehat.
  • Meningkatkan produktivitas kerja yang optimal.
  • Mewujudkan kualitas udara yang bersih dan sehat.
  • Menurunkan angka perokok pemula
  • Mewujudkan generasi muda yang sehat.

Sementara itu Wakil Bupati Simeulue Hj. Afridawati dalam arahannya mengatakan, Indonesia masuk ke dalam jajaran Negara dengan jumlah perokok aktif terbesar di Dunia, setelah China dan India. Berdasarkan data kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia memiliki tren yang cenderung meningkat dari 27 persen pada tahun 1995 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013. Tidak hanya itu, WHO Report on the Global Tobacco Epidemic 2017 menyebutkan prevalensi perokok di Indonesia pada pria sebesar 64,9 persen, sedangkan wanita sebesar 2,1 persen.

Menurut Wabup Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami darurat rokok. Atas latar belakang hal tersebut dan keprihatinan yang besar dari Pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, maka dari itu pada hari ini Pemerintah mengadakan Sosialisasi Qanun Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Simeulue. Berdasarkan Qanun ini, nantinya kawasan tanpa rokok akan meliputi:

  • Fasilitas pelayanan kesehatan. 
  • Tempat proses belajar mengajar. 
  • Tempat anak bermain. 
  • Tempat ibadah. 
  • Angkutan umum. 
  • Tempat kerja. 
  • Dan tempat lain yang ditetapkan.

Pelanggaran terhadap Qanun ini akan dikenakan sanksi pidana dan denda yang bervariasi sesuai dengan yang telah ditetapkan, ucap Wabup.

Afridawati berharap kepada Peserta sosialisasi ini agar dapat mengikuti sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya. Untuk kemudian ilmu dan pengetahuan yang didapat agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diteruskan lagi kepada masyarakat lain, tutupnya.

Usai pembukaan sosialisasi, Wabup Afridawati dan seluruh tamu undangan menandatangani komitmen bersama terkait Qanun nomor 1 tentang kawasan tanpa asap rokok.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32