Kunjungi Proyek Irigasi, Bupati Simeulue Kecewa

Kategori : Pembangunan Daerah & Transportasi Kamis, 22 Maret 2018

simeuluekab.go.id | Simeulue

Sinabang, Bupati Simeulue Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom didampingi Sekretaris Daerah Ahmadlyah, SH, Camat dan Unsur Muspika mengunjungi proyek pembangunan Irigasi di Kecamatan Simeulue Cut, Kamis 22/03/2018.

Pengerjaan proyek irigasi di Desa Sibuluh Kecamatan Simeulue Cut terkesan asal jadi, terbukti saat pengecekan ke lokasi Bupati dan unsur Muspika setempat melihat secara langsung sanitasi (saluran air) yang dibuat dari material pasir pantai, batu dan semen, namun Bupati terlihat kecewa ketika mengetahui kualitas cor-coran tersebut sangat jauh dari standar, bahkan terdapat beberapa titik dinding sanitasi tersebut rusak.

Heri Herwanto, M.AP Camat Simeulue Cut yang dihubungi tim Pers Humas via telepon selulernya membenarkan hal tersebut. Proyek yang dibangun pada Tahun 2017 lalu bersumber Dana APBK Otsus 2017 dan pelaksananya adalah CV. Caisar Teupah dengan nilai kontrak Rp. 987.751.568.
“Seharusnya irigasi ini bisa mengairi persawahan masyarakat Desa Kuta Inang, Sifulu, Kuta Padang dan Desa Latak Ayah, namun setelah dilakukan pemeriksaan bersama unsur Muspika Kecamatan Simeulue Cut dan Kecamatan Simeulue Tengah beberapa waktu lalu, bahwa mutu bangunan tidak sesuai dengan standar, saat dilakukan pemeriksaan terdapat satu titik sekitar panjang 10 meter dinding saluran yang roboh akibatnya air tidak dapat mengalir ke lokasi persawahan masyarakat sekitar irigasi tersebut” tukasnya.

Sementara Bupati Simeulue menyampaikan proyek tersebut harus ditinjau ulang pengerjaannya, agar irigasi yang dimaksud dapat bermamfaat bagi masyarakat Desa sekitar.
“Nanti saya sampaikan kepada Bpk. Sekda agar memanggil Kontraktor serta unsur terkait dan Kepala Dinas yang membidangi kegiatan dimaksud untuk dapat mengambil tindakan-tindakan yang lebih tegas terkait pembangunan irigasi tersebut, baik dari segi kualitas hingga kelancaran air yang mengalir ke titik persawahan, ini yang terlihat lebih tinggi lantai irigasinya dari pada aliran air sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar”, Tegasnya.

[Lismawadi],[Editor Koeswandi]

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32