Sorban Khalilullah Bukti Masuknya Islam di Simeulue

Kategori : Religi Jumat, 24 November 2017

simeuluekab.go.id | ACEH TIMUR

IDI - Dalam rangkaian kegiatan MTQ XXXIII Aceh Timur yang diselenggarakan di Idi Rayeuk 18-25 November 2017 yakni Pameran yang bernuansakan Islam dari setiap kabupaten kota yang ada di Aceh banyak menjadi inspirasi bagi setiap yang berkunjung, dan mereka banyak mengenal tentang sejarah-sejarah berkembangnya Islam di negeri Serambi Mekah ini.

Tidak terkecuali untuk Simeulue, dimana salah satu yang dipamerkan Al-Qur'an tulisan tangan oleh Tgk. Bakudo Batu yang diperkirakan sejak tahun 1800 san, tombak Tgk. Diujung dan Sorban beliau.

Sejarah mencatat bahwa pada masa Sultan Iskandar Muda, ada seorang ulama yang berasal dari Sumatera Barat, Teungku Di Ujung yang bernama lahir Halilullah adalah seorang ulama besar dari Minangkabau yang menyebarkan Islam di Pulau Simeulue, Kesultanan Aceh pada abad ke-14 atau 15, dan berhasil mengislamkan hampir seluruh masyarakat pulau itu. Pulau Simeulue adalah sebuah pulau yang berjarak sekitar 150 km dari pantai barat Aceh. Teungku Di Ujung mempunyai istri bernama Si Melur, yang merupakan asal usul dari nama pulau Simeulue menurut cerita turun temurun dari masyarakat setempat.

Teungku Di Ujung merupakan ulama Minangkabau yang berasal dari Ulakan, Pariaman, dan merupakan murid dari ulama besar Syeikh Burhanuddin Ulakan. Ia wafat dan dimakamkan di Gampong Latak Ayah kecamatan Simeulue Cut Kabupaten Simeulue.

Nama beliaupun sekarang menjadi nama sebuah Masjid yang dibaggakan masyarakat Simeulue yakni Masjid Tgk. Khalilullah yang terletak di desa air dingin kecamatn simeulue timur yang dapat menampung hingga 5000 jamaah. Dan Masjid ini sekarang masih dalam tahap pembangunan untuk bagian halaman depannnya.

(Ismaldi Zain).

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32