Burung Beo Simeulue Terancam Punah

Kategori : Potensi Pasar Rabu, 25 November 2015

Simeulue, Dalam lima tahun terakhir burung beo (tiung Simuelue) di wilayah Pulau Simeulue terus saja dijarah para pemburu burung. Jika terus dibiarkan keberadaan burung ini akan punah.

Para pemburu burung yang bisa dilatih berbicara ala bahasa manusia tersebut bukan dari luar Simeulue, tetapi merupakan warga setempat. Hasil burun mereka kemudian dijual kepada para penggemar burung (pembeli) dengan harga Rp 1 juta perekor.

“Bahkan yang sudah bisa berkomunikasi dengan manusia harganya menjadi mahal hingga mencapi Rp 7 hingga Rp 10 juta perekor,” kata Sumadi seorang warga Simuelue, Selasa (24/11/15).

Kapala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Pengembangan Hutan pada Dinashutbun dan Holtikultura Simeulue, Asliudin mengatakan saat ini burung jenis beo sudah di ambang kepunahan akibat ditangkap oknum warga untuk dijual.

“Diperkirakan burung beo yang masih hidup di hutan-hutan dalam Kabupaten Simeulue tinggal , sekitar 1.000 ekor dan saat ini dalam ancaman perburuan,” katanya, Selasa (24/11/15).

Dalam lima tahun terakhir ini, kata dia,  perburuan terhadap burung beo di Simeulue semakin meningkat menyusul harganya yang semakin mahal. Diperkirakan dalam kurun waktu tersebut lebih 3.000 ekor burung beo tetangkap dan dijual pada penampung luar Simulue.

Asliudin mengaku sangat sulit memberantas para pemburu burung ini karena burung-burung tersebut berada di alam lepas dan luas. Warga masyarakat, sebutnya, belum memahami pelanggaran yang diatur dalam Qanun Simuelue Nomor 10 tahun 2005 Tentang Perlindungan, Pelarangan dan Pangangkutan Satwa Liar keluar Aceh.(Admin).

 

 

Sumber : http://habadaily.com/

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32