Pemda Simeulue kembali terbitkan izin penebangan kayu

Kategori : Pembangunan Daerah & Transportasi Selasa, 14 April 2015

SIMEULUE-Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue berjanji April 2015 ini menerbitkan izin penebangan kayu. Izin itu dikeluarkan setelah peraturan penebangan ditandatangani unsur Muspida setempat.

Penerbitan izin tersebut disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir. Ibnu Abbas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRK, Senin (13/4). “Diupayakan secepatnya peraturan yang telah disepakati bersama Muspida akan segera ditandatangani Bupati dan Muspida lainnya di bulan ini,”ungkap Ir. Ibnu Abbas menyikapi permintaan penerbitan izin dari masyarakat.

Ibnu Abbas menyebutkan peraturan yang akan diterbitkan mengatur tentang volume kebutuhan kayu berdasarkan peruntukkan. Untuk kebutuhan umum seperti bahan pembangunan rumah akibat kebakaran, banjir dan bencana alam diberikan volume sebesar 20 meter3. Sedangkan kebutuhan panglong kayu atau perabot sebesar 100 meter3.

“Izin ini dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya penebangan liar dan penjualan kayu keluar daerah. Dan Pemda akan menindak yang melanggar aturan sesuai dengan hukum yang ada,” tegasnya.

Menyikapi izin penebangan kayu, DPRK setempat mendesak Pemda melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan segera menerbitkan izin April ini. Dan para wakil rakyat juga meminta para pekerja kayu untuk membentuk asosiasi pekerja kayu untuk membantu mengawasi praktek illegal logging.

RDP yang dihadiri para pekerja kayu yang terdiri dari pemilik perabot, tukang sinsaw dan para tukang becak pengangkut kayu itu bertujuan menyikapi tuntutan kebutuhan kayu yang disampaikan para pekerja kayu, Jumat pekan lalu. Mereka menilai penerbitan moratorium November tahun lalu mengakibatkan putusnya rantai pekerjaan bagi pekerja kayu. Alhasil, membuat kelangkaan kebutuhan kayu untuk masyarakat yang diikuti dengan harga yang meroket tidak terkendali.

Moratorium penebangan kayu yang dikeluarkan Pemda setempat ternyata tidak menghentikan aktivitas penebangan kayu. Buktinya, telah berulangkali petugas Polisi Kehutanan (Polhut) setempat mendapati barang bukti kayu hasil penebangan liar. Bahkan, 19 Maret lalu tujuh anggota Polhut babak belur dihajar massa di Desa Tanjung Raya (Admin).

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32